Monday, October 27, 2014

Ketika 'Jejak Budaya' Sudah Hadir*

oleh: Much. Khoiri




Alhamdulillah, berkah ramadhan telah melimpahi hari-hari saya: Buku kumpulan esai dan feature saya Jejak Budaya Meretas Peradaban (2014) telah selesai cetak!Sejak sampul buku itu saya pasang di dinding fesbuk saya, sampai detik ini ada ratusan teman yang nge-Like, ada puluhan respons dan ucapan selamat, dan belasan pemesanan. Ada satu lagi yang menarik, ada sejumlah teman yang membaginya di dinding fesbuknya—serta di-Like dan dikomentari teman-temannya. Semacam MLM penyebaran berita!

Masih dalam takjub, saya sebenarnya ingin me-launching buku ini bersamaan dengan tasyakuran Jalindo (Jaringan Literasi Indonesia) beberapa waktu ke depan. Namun, tatkala ia selesai cetak dan saya pajang di fesbuk, sudah banyak tanggapan yang menggembirakan. Saya semakin terdorong untuk menggelar tasyakuran Jalindo itu secepatnya—pada momentum yang pas.

Mau mengintip isi buku ini? Inilah sebuah buku yang mengajak Anda menjelajahi, menyusuri, dan mencoba memaknai beragam jejak budaya yang saya hayati selama ini. Ia terdiri atas empat puluh satu tulisan, yang diabadikan dari amatan, pengalaman, pelibatan, dan refleksi saya dalam konteks praktik-praktik budaya sehari-hari.

Memang tulisan-tulisan dalam buku ini, yang kebanyakan telah saya unggah di blog sosial www.kompasiana.com/much-khoiri, semula tidak dimaksudkan secara khusus untuk disusun menjadi buku. Namun, karena desakan sejumlah kolega, tulisan-tulisan yang berserakan itu saya susun ke dalam kategori-kategori yang bisamewadahi topik-topik yang ada.

Tentu saja, buku ini diharapkan bermanfaat bagi banyak pihak, termasuk parapegiat literasi, pegiat budaya, pendidik, peserta didik atau mahasiswa, dan pembaca umum yang haus bacaan. Khusus untuk mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra (Asing), buku ini bermanfaat sebagai bahan bacaan pengayaan dan penunjang (supplementary reading) untuk mendalami tentang manusia dan kebudayaan Indonesia, dan pemahaman silang-budaya (cross-cultural understanding).

Meski demikian, upaya kultural yang kecil ini tidak akan terwujud tanpa bantuan banyak pihak. Karena itu, pertama saya sampaikan terima kasih kepada Prof. Dr. Hj. Lies Amin Lestari, M.A., M.Pd. yang telah berkenan mencermati dan memberi kata pengantar untuk buku ini. Saya juga berterima kasih secara tulus kepada para pemberi endorsement untuk buku ini: Prof. Dr. Budi Darma (sastrawan, budayawan), Prof. Dr. Fabiola D. Kurnia (kritikus sastra, dosen Pascasarjana Unesa), Prof. Dr. Luthfiyah Nurlaela (Direktur PPPG Unesa, tokoh literasi), Dr. I Wayan Sukarma, M.Si (pengamat kebudayaan dan keagamaan UNHI Denpasar), Satria Dharma (Ketum Ikatan Guru Indonesia), Sirikit Syah (penulis dan direktur SSW Surabaya), Pratiwi Retnaningdyah (kandidat Ph.D, University of Melbourne), dan Eko Prasetyo (penulis produktif, aktivis literasi).

Selain itu, saya berutang-budi kepada kolega dan sesama penulis yang telah mendorong saya untuk membukukan tulisan-tulisan ini. Tidak lupa, saya juga berterima kasih kepada tim penyunting dan penerbit, yang telah memungkinkan buku ini terbit dalam bentuknya sekarang ini.

Saya berharap, buku ini menemukan tempatnya di hati pembaca, menginspirasi dan menggerakkan pembaca untuk “membaca alam” dengan lebih tajam dan/atau melahirkan aneka tulisan yang lebih mencerahkan. Saya telah mulai selangkah merekam sebabak jejak budaya meretas peradaban dengan cara saya sendiri, dan kini giliran pembaca untuk menyambungnya.

Nah, sekarang, selamat datang di buku ini, sebuah buku yang mengajak Anda menjelajahi, menyusuri, dan mencoba memaknai beragam jejak budaya

* Tulisan ini sebelumnya sudah diunggah di http://media.kompasiana.com/buku/2014/07/17/ketika-jejak-budaya-sudah-hadir-664821.html

No comments:

Post a Comment